Gunakan software berikut untuk mengakses Full-Text
Manajemen laba (ML) adalah suatu kondisi di mana manajemen melakukan intervensi dalam proses penyusunan laporan keuangan bagi fihak eksternal sehingga dapat meratakan, menaikan, dan menurunkan pelaporan laba. Manajemen dapat menggunakan kelonggaran penggunaan metoda akuntansi, membuat kebijakan-kebijakan (discreationary) yang dapat mempercepat atau menunda biaya-biaya dan pendapatan, agar laba perusahaan lebih kecil atau lebih besar sesuai dengan yang diharapkan.
Dechow dkk (1995) menyatakan bahwa model modified Jones memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mendeteksi manajemen laba dibandingkan model Healy, De Angelo, Jones, dan model Dechow and Sloan. Penelitian ini menggunakan model modified Jones untuk menentukan earnings management, dengan menggunakan pendekatan cross section yang dikembangkan oleh Peasnell dkk (2000). Pendekatan ini digunakan untuk menentukan nilai abnormal accruals, dengan memfokuskan pada komponen working capital accruals . Abnormal akrual dihitung sebagai berikut :
AA i = WC i – [ w0 + w1( ? REV i - ? REC i )]
keterangan :
AA = akrual abnormal atau Akrual diskresi
w0 , w1 = estimasi regresi dari w0, w1 pada persamaan estimasi akrual modal kerja
? REC i = Perubahan piutang dalam satu tahun
? REV i = Perubahan penjualan dalam satu tahun
Estmasi parameter wo dan w1 diperoleh dari persamaan sebagai berikut :
WC i = w0 + w1 ? REV i + vi
keterangan :
WC i = akrual modal kerja perusahaan , sebagai proksi dari total akrual
? REV i = Perubahan penjualan
w0 + w1 = Koefisien regresi
vi = Error (residual regression).
Akrual modal kerja (WCi) didefinisikan sebagai perubahan non-cash current asset dikurangi perubahan current liabilities. Dengan demikian :
WCi = (? AL - ? Kas) - ? HL
keterangan :
WCi = Modal kerja perusahaan , sebagai proksi total akrual pada periode t
? AL = Perubahan aktiva lancar pada periode t
? HL = Perubahan hutang lancar pada periode t
? Kas = Perubahan kas dan ekuivalen kas pada periode t
Dikarena ukuran perusahaan di BEI bervariatif, maka nilai akrual diskresi (AA) dirasiokan terhadap nilai penjualan, model modifikasi Friedlan. Utami (2005) berdasarkan hasil penelitiannya, pengukuran manajemen laba di BEI disarankan menggunakan model modifikasi Friedlan, karena model ini memberikan explanatory power terbaik. Pengukuran variabel manajemen laba pada penelitian ini adalah :
Manajemen laba = Rasio abnormal karual (AAi) dengan penjualan