Teori Efisiensi Pasar Modal

Pasar modal dikatakan efisien jika harga sekuritas yang diperdagangkan mencerminkan informasi pasar yang sebenarnya. Tandelilin (2010) menyebutkanbahwa informasi yang tersedia bisa meliputi semua informasi yang tersedia baik informasi di masa lalu, informasi saat ini, maupun informasi yang sifatnya pendapat/opini rasional yang beredar di pasar serta mampu mempengaruhi perubahan harga. Suatu pasar ddikatakan efisien apabila tidak seorangpun, baik investor individu maupun investor institusi, mampu memperoleh return tidak normal (abnormal return), setelah disesuaikan dengan risiko, dengan menggunakan strategi perdagangan yang ada Bodie et al (2008) dan Jones (2007). Dengan kata lain, harga sekuritas yang terbentuk di pasar merupakan cerminan dari informasi yang ada.
Gumanti dan Utami (2002) menyebutkan bahwa konsep efisiensi pasar mampu memberikan penjelasan tentang sejauh mana dan seberapa cepat sebuah informasi dapat mempengaruhi pasar yang tercermin dalam perubahan harga sekuritas di pasar tersebut. Haugen (2001) membagi kelompok informasi menjadi tiga, yaitu informasi harga saham di masa lalu (information in past stock prices), seluruh informasi publik (all public information), dan seluruh informasi yang ada termasuk informasi orang dalam (all available information including inside or private information). Sedangkan menurut Fama (1970) terdapat tiga macam bentuk efisiensi pasar, yaitu:
1. Weak Form Effeciency (efisiensi dalam bentuk lemah) adalah keadaan harga sekuritas saat ini menggambarkan semua informasi di masa lalu. Pada kondisi ini, informasi historis tersebut tidak dapat lagi digunakan untuk memprediksi perubahan harga di masa yang akan datang karena sudah tercermin pada harga saat ini.
2. Semi Strong-Form Effeciency (efisiensi dalam bentuk setengah kuat) adalah keadaan harga sekuritas yang terbentuk saat ini telah menggambarkan informasi historis ditambah dengan seluruh informasi yang dipublikasikan. Pada kondisi ini, abnormal return hanya terjadi di seputar publikasi suatu peristiwa sebagai representasi respon pasar terhadap publikasi atau pengumuman tersebut. Suatu pasar dikatakan memiliki efisiensi dalam bentuk setengah kuat jika informasi direspon dengan cepat oleh pasar (dalam satu hingga dua spot waktu di seputar pengumuman). Tandelilin (2010:223) mengatakan, abnormal return yang terjadi berkepanjangan (lebih dari tiga spot waktu) mencerminkan sebagian respon pasar terlambat dalam menyerap informasi, dengan demikian pasar dianggap tidak efisien dalam bentuk setengah kuat.
3. Strong-Form Effeciency (efisiensi dalam bentuk kuat) adalah keadaan harga sekuritas tidak hanya mencerminkan informasi historis ditambah informasi yang dipublikasikan, tetapi juga termasuk informasi yang tidak dipublikasikan. Dalam pasar bentuk ini, tidak ada investor yang dapat memperoleh excess return dengan menggunakan informasi apapun, baik informasi yang dipublikasikan maupun yang tidak atau yang dikenal dengan insider information.